Senin, 04 Mei 2015

Salah Pergaulan



DIA SALAH PERGAULAN
Tok…tok…tok…!”Ken? bangun nak sudah siang !” kata Bu Ratna sambil mengetuk pintu kamar anaknya. Hening… tak ada jawaban sama sekai dari anaknya. Sekali lagi Bu Ratna mengetuk pintu BRUK…BRUK…BRUK.. Kenny! Bangun buka pintunya”. Tak ada jawawan lagi. Bu Ratna mulai panik. Buratna berinisaiatif mendobrak pintu anaknya. BRAAKK-BRRAK pintunya pun berhasil di buka. Pintu pun berhasil di bukanya. Alangah terkejunya ketika Bu Ratnya melihat Kenny duduk lemas di pojok kamarnya, terdapt pil dan obat-obatan disekitarnya, serta tertancap jarum suntik dibagian tangannya. Kenny over dosis narkoba!
                                                                                                                                                  ***
Meandung menyelimuti jagad raya. Langit pun mulai menangis. Ditengah guyuran hujan yang semakin deras itu, aku sekolah menggunakan mobil papa. Hari ini adalah hari pertama kali aku duduk dibangkau SMP. Ku lihat kanan dan kiriku hanyalah hujan yang memgguyur dan rumah- rumah elit disekitarnya. Di tenggah perjalananku, aku melihat seorang gadis yang berdiri di pinggiran jalan sambil melambai-lambaikan tangannya kea rah angkot yang melaju kencang. Dia pun hanya berpayungkan tas sekolahnya yang kumal itu. Seragamnya pun basah. Tunggu ! seragam? Sepertinya dia menggunakan seragam yang sama denganku. Aku minta papa untuk menghampirinya. “Mau bareng?” Tanyaku ramah kepadanya. “Boleh?” jawab Kenny. Sebelum aku mengatakan boleh, aku berpikir terlebih dahulu. “Iya, boleh kok.” Jawabku tersenyum. Kenny langsung buru-buru mebuka pintu dan masuk ke dalam mobil papa. Waktu itu juga aku tahu namanya, umurnya, rumahnya, bahkan sekolahya. Ternyata kita satu sekolah. Setelah aku tannya lagi, ternyata kita juga satu kelas.
Sejak pertemuan itu lah kami sekarang mulai dekat, bahkan kita menjadi sahabat. Menurutku Kenny adalah sehabatku yang baik. Kenny selalu menggerti apa keingginanku. Kenny belum mengenal yang namanya pacaran, geng, juga dia sedikit gaptek (gagap teknologi). HAduhh..primitif sakali anak ini.’ Batinku dalam hati.
Tahun berganti tahun. Sekarang kami pun sudah kelas 2 SMP. Peljarannya pun sudah semakin susah. Untungnya Kenny adalah anak terpintar di kelasku. Jadi akukan bias selalu bertannya kepadnya. ‘Oh, Kenny you’re my life saver!. Kalimat itu seringku lontarkan setelah Kenny mengajariku. Kenny pun tak ernah menolak saatku mintakan tolong terhadapnya. Tapi kadang aku kecewa kepadanya. Kenny mau saja menerima selebaran-selebaran yang sering disodorkannya oleh selesmen-selsmen. Sampai-sampai Kenny binung mau di simpan mana lagi selebaran-selebaran itu. Kenny adalah sahabat terunik yang pernah aku dapati.

Suatu hari kami terlibat dalam kerja kelompok. Aku dan Kenny pun satu kelompok. Tetapi tidak hanya kami berdualah kelompoknya. Ada dua teman kita lagi yaitu Clara dan Gina. Kami berdua tidak akrab sekali dengannya. Katanya mereka berdua adalah anak brandalan yang sukanya memeras uang milik orang lain. Tapi, mau gimana lagi, itukan sudah diatur sama pak guru.
Satu hari kemudian, kami berkerja kelompok di rumahku. Kami hanya membutuhkan satu jam untuk menyelesaikan tugas kita. Setelah tugas kita selesai, kami pun berbincang-bincang. Tiba-tiba, Clara mengeluarkan bungkusan kecil dari saku celananya dan menawarkannya kepada aku dan Kenny. Aku langsung menolaknya. Tetapi Kenny malah menerimanya. Ketika Kenny akan meminumnya, aku langsung menampar tangan Kenny dan bungkusan itu terpental sangat jauh. Wajah Clara dan Gina pun sepertinya tidak suka dengan perbuatanku tadi. Lalu, ku usir Clara dan Gina dari rumahku gengan baik-baik. Tak lama kemudian, Kenny pun juga berpamitan mau pulang. Ternyata Clara dan Gina pun tidak terus pulang. Dia masih mennggu Kenny di dekat rumahku dan memberikan bungkusan itu lagi terhadap Kenny. Kenny yng memang anak lugu, dia tidak sanggup untuk menolak rayuan mereka.
Esokmya, kulihat Kenny sedikit agak pucat. Dia mengeluh pusing dan kuantarkan dia ke ruang UKS dan kubiarkan Kenn sendirian dan beristirahat di sana. Clara dan Gina yang mengetahui itu langsung menyusul keberadaan Kenny. Mereka ingin mencekoki Kenny dengan bungkusan itu lagi. Hari berganti hari. Sifat Kenny berubah derastis. Tidak konsentrasi ktia pelajaran, pucat, suka mengigaau, dan tidak memproses ketika diajak berbicara. Aku tak tahu menggapa sikkap Kenny berubah padaku. Bahkan Kenny sekarang lebih serin berkumpul dengan Clara dan Gina. ‘oh… Kenny kamu kenapa?’ tandatanya besar memenuhi benakku. Persahabatan kiita mulai renggang semenjak bungkusan itu. Dan akhirnya Kenny over dosis narkoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar