DIA SALAH PERGAULAN
Tok…tok…tok…!”Ken? bangun nak sudah
siang !” kata Bu Ratna sambil mengetuk pintu kamar anaknya. Hening… tak ada
jawaban sama sekai dari anaknya. Sekali lagi Bu Ratna mengetuk pintu
BRUK…BRUK…BRUK.. Kenny! Bangun buka pintunya”. Tak ada jawawan lagi. Bu Ratna
mulai panik. Buratna berinisaiatif mendobrak pintu anaknya. BRAAKK-BRRAK
pintunya pun berhasil di buka. Pintu pun berhasil di bukanya. Alangah
terkejunya ketika Bu Ratnya melihat Kenny duduk lemas di pojok kamarnya,
terdapt pil dan obat-obatan disekitarnya, serta tertancap jarum suntik dibagian
tangannya. Kenny over dosis narkoba!
***
Meandung menyelimuti jagad raya.
Langit pun mulai menangis. Ditengah guyuran hujan yang semakin deras itu, aku
sekolah menggunakan mobil papa. Hari ini adalah hari pertama kali aku duduk
dibangkau SMP. Ku lihat kanan dan kiriku hanyalah hujan yang memgguyur dan
rumah- rumah elit disekitarnya. Di tenggah perjalananku, aku melihat seorang
gadis yang berdiri di pinggiran jalan sambil melambai-lambaikan tangannya kea
rah angkot yang melaju kencang. Dia pun hanya berpayungkan tas sekolahnya yang
kumal itu. Seragamnya pun basah. Tunggu ! seragam? Sepertinya dia menggunakan
seragam yang sama denganku. Aku minta papa untuk menghampirinya. “Mau bareng?”
Tanyaku ramah kepadanya. “Boleh?” jawab Kenny. Sebelum aku mengatakan boleh,
aku berpikir terlebih dahulu. “Iya, boleh kok.” Jawabku tersenyum. Kenny
langsung buru-buru mebuka pintu dan masuk ke dalam mobil papa. Waktu itu juga
aku tahu namanya, umurnya, rumahnya, bahkan sekolahya. Ternyata kita satu
sekolah. Setelah aku tannya lagi, ternyata kita juga satu kelas.
Sejak pertemuan itu lah kami sekarang
mulai dekat, bahkan kita menjadi sahabat. Menurutku Kenny adalah sehabatku yang
baik. Kenny selalu menggerti apa keingginanku. Kenny belum mengenal yang
namanya pacaran, geng, juga dia sedikit gaptek (gagap teknologi). HAduhh..primitif
sakali anak ini.’ Batinku dalam hati.
Tahun berganti tahun. Sekarang kami
pun sudah kelas 2 SMP. Peljarannya pun sudah semakin susah. Untungnya Kenny
adalah anak terpintar di kelasku. Jadi akukan bias selalu bertannya kepadnya. ‘Oh, Kenny you’re my life saver!.
Kalimat itu seringku lontarkan setelah Kenny mengajariku. Kenny pun tak ernah
menolak saatku mintakan tolong terhadapnya. Tapi kadang aku kecewa kepadanya.
Kenny mau saja menerima selebaran-selebaran yang sering disodorkannya oleh
selesmen-selsmen. Sampai-sampai Kenny binung mau di simpan mana lagi
selebaran-selebaran itu. Kenny adalah sahabat terunik yang pernah aku dapati.
Suatu hari kami terlibat dalam kerja
kelompok. Aku dan Kenny pun satu kelompok. Tetapi tidak hanya kami berdualah
kelompoknya. Ada dua teman kita lagi yaitu Clara dan Gina. Kami berdua tidak
akrab sekali dengannya. Katanya mereka berdua adalah anak brandalan yang
sukanya memeras uang milik orang lain. Tapi, mau gimana lagi, itukan sudah
diatur sama pak guru.
Satu hari kemudian, kami berkerja
kelompok di rumahku. Kami hanya membutuhkan satu jam untuk menyelesaikan tugas
kita. Setelah tugas kita selesai, kami pun berbincang-bincang. Tiba-tiba, Clara
mengeluarkan bungkusan kecil dari saku celananya dan menawarkannya kepada aku
dan Kenny. Aku langsung menolaknya. Tetapi Kenny malah menerimanya. Ketika
Kenny akan meminumnya, aku langsung menampar tangan Kenny dan bungkusan itu
terpental sangat jauh. Wajah Clara dan Gina pun sepertinya tidak suka dengan
perbuatanku tadi. Lalu, ku usir Clara dan Gina dari rumahku gengan baik-baik.
Tak lama kemudian, Kenny pun juga berpamitan mau pulang. Ternyata Clara dan
Gina pun tidak terus pulang. Dia masih mennggu Kenny di dekat rumahku dan
memberikan bungkusan itu lagi terhadap Kenny. Kenny yng memang anak lugu, dia
tidak sanggup untuk menolak rayuan mereka.
Esokmya, kulihat Kenny sedikit agak
pucat. Dia mengeluh pusing dan kuantarkan dia ke ruang UKS dan kubiarkan Kenn
sendirian dan beristirahat di sana. Clara dan Gina yang mengetahui itu langsung
menyusul keberadaan Kenny. Mereka ingin mencekoki Kenny dengan bungkusan itu
lagi. Hari berganti hari. Sifat Kenny berubah derastis. Tidak konsentrasi ktia
pelajaran, pucat, suka mengigaau, dan tidak memproses ketika diajak berbicara.
Aku tak tahu menggapa sikkap Kenny berubah padaku. Bahkan Kenny sekarang lebih
serin berkumpul dengan Clara dan Gina. ‘oh… Kenny kamu kenapa?’ tandatanya
besar memenuhi benakku. Persahabatan kiita mulai renggang semenjak bungkusan
itu. Dan akhirnya Kenny over dosis narkoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar